Hendro is My ID

Waktu tak pernah kembali, ini bagian dari catatan hidup

Tangan Quinsha Patah

4

Sabtu, malam minggu tanggal 23 November 2013 adalah malam minggu yang menyesakkan hati. Senyum lebar si kecil Quinsha dan sapanya yang kerap kali menyambut sang ayah pulang kerja, sirna seketika, jatuh dari sepeda kali ini bukan jatuh yang biasa. Ketika diangkat tangannya lengan atas lunglai (tidak respon), lumrahnya jika seperti itu pasti ada yang tidak beres dengan tulangnya, terlebih bagian persendian (siku tangan), panas dan memerah.

Segera setelah melihat keadaan tangan seperti itu, tidak ada pilihan lain, membawa ke Rumah Sakit terdekat yang memiliki fasilitas foto Rontgen. Rumah Sakit Awal Bross menjadi pilihan, walau rumah sakit ini terkenal dengan image ‘harganya mahal’, rumah sakit inilah yang sedikit dekat dengan rumah. Sesampai di RS Awal Bross, masuk ke UGD/Emergency, dirontgen tangan kiri dan kanan biar ada pembanding.

Baru Sampai di UGD Awal Bros

UGD Awal Bross 24 Nopember 2013

Setelah mendapatkan hasil rontgen, dokter UGD yang bertugas menginformasikan memang ada patah di bagian persendian, tapi ketika akan dikonsultasikan ke dokter Spesialis Ortopedi, sangat disayangkan dokter ortopedi se-Indonesia sedang ada seminar di Yogya, jadi tidak satupun dokter yang stay di Batam. Paling cepat Senin atau Selasa baru kembali. Dokter umum di Awal Bross pun tidak berani mengambil tindakan selain di perban elastis 🙁 , kalau pun dirawat hanya diberikan penghilang rasa sakit. Setelah berdiskusi, akhirnya Quinsha diputuskan dibawa pulang ke rumah dengan posisi ‘hanya diperban’

stelah di Perban

Hanya di Perban Elastis

 Minggu, Pukul 00.00 WIB, sampai di rumah, ternyata subuh, Quinsha kerapkali terbangun karena kesakitan. Kasihan, kalaulah rasa sakit bisa ditransfer, biarlah Ayah saja yang merasakan, nak.

Atas saran teman-teman, sebaiknya dirawat ke RSUD Embung Fatimah, supaya nanti hari Senin segera ditangani, Pukul 12 Siang dibawa ke RSUD Embung Fatimah – Batu Aji, sampai di RSUD masuk UGD, Pukul 13.00 sampai pukul 17.30 baru masuk ruangan karena menunggu konfirmasi dokter spesialis ortopedi. Sesuai dengan jatah dari PT. Askes, Ayah dapat kelas II, sesampai di kelas II, AC rusak, mau pindah kelas I tapi sedang renovasi. Akhirnya cek ke VIP masih ada kamar kosong, konsekuensinya harus bayar selisih tarif.

Hari Senin, tanggal 25 Nopember 2013, dokter Ortopedi, dr. Basuki Adam, Sp.OT. datang ke ruangan untuk memeriksa Quinsha dan disuruh pasang Gift di Rawat Jalan dari penjelasan dr. memang ada patahan terbuka lebih kurang 5 mm yang menurut teori kalau bukaan melebih 2mm harus di operasi karena dikhawatirkan tidak bisa menekuk dengan sempurna. Disarankan kalau pun nanti harus operasi lebih baik menggunakan C-Arm tanpa harus melakukan sayatan/pembedahan, karena masih anak-anak banyak resikonya, infeksi, penolakan terhadap bius, dll. Salut dengan dokter yang satu ini, ilmu kedokteran bukan cuma teori tapi juga ‘art’, ujarnya selain itu penjelasan sangat detail untuk orang awam yang agak sedikit ‘nyinyir’ ini.  Selesai digip langsung boleh pulang dan kontrol kembali Hari Kamis tanggal 28 November 2013.  BERSAMBUNG….

keepsmilekeepsim

 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

4 Comments

So, what do you think ?