Hendro is My ID

Waktu tak pernah kembali, ini bagian dari catatan hidup

Tangan Quinsha Patah : Final Decision, Go to Jakarta!

0

Posting lanjutan dari Tangan Quinsha Patah : Perjalanan to Mahkota Hospital

Sepulang dari Melaka, ada sedikit lega walaupun masih menyimpan kecemasan tersendiri, karena kalau dilihat secara langsung, memang ada sedikit ‘gundukan’ di bagian siku, dan  ketika jalan agak sedikit membengkokkan tangannya, apa pun itu harus kami syukuri, setidaknya quinsha tidak perlu operasi untuk saat ini.

Kami pun mengadakan syukuran kecil-kecilan, yaa,,menu dan bumbu yang sempat kami beli di Malaysia.

Nasi Briani dan Kawan-kawan

Nasi Briani dan Kawan-kawan

Keadaan Quinsha pun ceria seperti sediakala, bermain, tertawa, keceriaan anak seumurnya. Setelah beberapa minggu, tangan yang patah semakin kelihatan ‘bengkok’-nya jika dibandingkan dengan tangan sebelah kanan.

Perbandingan Tangan Kanan dan Kiri (patah)

Perbandingan Tangan Kanan dan Kiri (patah) – 22 Des 2013

Akhirnya kecemasan yang kami takutkan, terjadi, tangan Quinsha dari sisi estetika ‘tidak simetris’ dan tidak bisa menekuk. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali konsultasi tangan Quinsha ke Dokter Adam lagi, atas saran dokter Adam, harus operasi dan sebaiknya kami konsul ke dokter yang lebih Ahli lagi yang menangani kasus tulang pada anak, yaitu dokter Ortopedi Anak, kebetulan beliau punya kenalan di Jakarta, Spesialis Ortopedi Anak, dr. Aryadi Kurniawan, Sp.OT (K), beliau bertugas di RSCM. Selain itu RSUD belum ada alat ‘C-Arm’ yang memiliki kesamaan fungsinya dengan fluoroscopy, alat ini berbentuk ‘C’ dan berada di ruang operasi untuk membantu dan menuntun dokter dalam tindakan di ruang operasi untuk menentukan lokasi.

Dengan mempertimbangan masa depan fisik Quinsha, walaupun berat dari sisi biaya, apapun akan dilakukan sebagai orang tua untuk anaknya. Akhirnya tanggal 29 Desember 2014, kami ke Jakarta dengan bermodalkan uang pinjaman dari kawan-kawan yang bermurah hati. Quinsha pun tahu tujuan dia dibawa ke Jakarta : “Obati Tangan Kakak”

Bandara Suta

Bandara Suta

Menunggu KRL ke Depok (Stasiun Cikini)

Menunggu KRL ke Depok (Stasiun Cikini)

Bertemu dengan Bekas Tetangga di Batam, Cia

Bertemu dengan Bekas Tetangga di Batam, Cia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Agar dekat dengan RSCM kami menginap di Hotel Atlantic, masih kawasan salemba. Keesokan hari, dengan menggunakan Bajaj menuju ke RSCM Kencana untuk bertemu dengan dr. Aryadi Kurniawan. Menurut dokter kasus Quinsha ‘unik’ karena melibatkan Persendian (Tulang Siku) dan Growth Plate (Lempeng Pertumbuhan) yang akan terus berkembang. Sebenarnya tanpa diobati, tulang akan ‘merecovery’ sendiri, permasalahannya sempurna apa tidak hasil recovery itu. Jika dia tidak melibatkan Persendian, cukup dengan gips. Untuk menyempurnakan letak tulang, diperlukan operasi. Walaupun setelah operasi dibutuhkan latihan khusus agar kemampuan gerak kembali seperti sediakala.

Gamang, ya…Di satu sisi kami inginkan hasil yang terbaik dan di satu sisi, persediaan uang untuk operasi tidak ada, Jika menggunakan ASKES, kami harus menunggu jadwal operasi Tiga bulan ke depan di RSCM, sementara pertumbuhan tulang semakin lama semakin tumbuh dan tangan anak kami bengkok.

[bersambung] Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

So, what do you think ?