Hendro is My ID

Waktu tak pernah kembali, ini bagian dari catatan hidup

Tangan Quinsha Patah : Perjalanan to Mahkota Hospital

0

Ini adalah kelanjutan dari cerita  Tangan Quinsha Patah

Setelah Selesai di gip di RSUD Embung Fatimah Kota Batam dan langsung boleh pulang , atas saran rekan-rekan ada baiknya untuk mencari ‘Second Opinion’ di Rumah Sakit lain. Tanpa bermaksud meremehkan tenaga medis Indonesia, tapi kepuasan adalah Priceless, akhirnya pilihan pun jatuh pada Rumah Sakit Mahkota Malaka, selain jarak Malaka yang dekat dari Batam, Mahkota Medical Centre memiliki Kantor Perwakilannya di Batam dan Cerita-cerita yang positif tentang rumah sakit ini.

Setelah mencari informasi di Kantor Perwakilan Rumah Sakit Mahkota Malaka di Komplek Pertokoan Green Land, Batam Centre Blok F1 No. 06. Tanggal 8 Desember 2013, Berangkat melalui Pelabuhan Internasional Ferry Batam Centre menuju Pelabuhan Stulang Laut, Johor, lama perjalanan lebih kurang 2 jam (Ongkos PP : 370rb), lanjut menuju Terminal Bus Johor (Larkhin) menggunakan taksi (RM15), Jurusan Malaka-Johor menggunakan Bis ke Terminal Bus Malaka (Centra Malaka) ongkos (RM20) lebih kurang 3jam. Terminal Bus Malaka ke RS, 15 menit

Quinsha menuju ke Malaka

Menuju ke Malaka

Kami tiba di Malaka Pukul 16.30 waktu setempat, setelah check in di penginapan dekat rumah sakit, hanya berjarak kurang dari 100 meter.

IMG-20131208-01160

Sore hari kami jalan-jalan mengelilingi sekitaran MMC, makan di Kedai Makan ‘Keling’ (sebutan untuk India Tamil). Tempat kami menginap tidak jauh dari Dataran Pahlawan Melaka, pusat perbelanjaan dan kuliner di Malaka.

 IMG-20131208-01161

 Dataran Pahlawan Malaka

Oke, lanjut ke story berobatnya,,,,

Tanggal 9 Desember 2013, Pagi Pukul 8 pagi kami menuju ke Rumah Sakit, disambut dengan senyuman dimana-mana. Unbelievable, hampir seluruhnya pasien berasal dari Indonesia, dari Makasar, Kalimantan, Riau dan Sumatra, lengkap, serasa di Rumah Sakit negara sendiri. Pergi ke Pendaftaran hanya bayar RM3

IMG-20131209-01165Setelah melakukan Rontgen dan menunggu lebih dari 5 jam, nama Quinsha pun di panggil oleh perawat dan di periksa oleh dokter bedah (sayangnya bukan bedah anak tapi bedah umum). Dokternya-orang India super duper ramah, didampingi oleh Mahasiswa/i Kedokteran yang sedang koas, gips quinsha yang di gip tanggal 25 November, dibuka. Menurut Dokter Thirukumaran Subramaniam, tulangnya sudah ‘nyambung’, tapi ‘agak’ kurang pada tempatnya, seperti sedikit ‘bengkok’. “Nanti lama-lama akan kembali ke semula,karena masih kanak-kanak, jadi tak perlu operate”, begitu katanya.

IMG-20131209-01166Vonis tidak perlu operasi sedikitnya membuat lega, walau meninggalkan sedikit pertanyaan di hati, Apakah akan kembali seperti posisi semula? Setelah selesai menyelesaikan Administrasi, tidak begitu mahal untuk fasilitas semewah itu.

Hari itu sangat melelahkan, menunggu antrian Rontgen yang sangat lama, karena pasien memang begitu banyak dan hampir semua dari negara kita, dan hampir semua pula bercerita tentang keburukan pelayanan Rumah Sakit yang tidak 100% benar dan tidak 100% juga salah, pulang ke penginapan istirahat.

Masih ada tersisa 1 hari lagi kami berada di Malaka, kami mengitari sekitar Malaka.

Tanggal 11 Desember kami kembali ke Batam dengan Diagnosa ‘Tidak Perlu’ Operasi, dan berharap posisi tangan anak kami kembali ke semula.

BERSAMBUNG……………………

IMG-20131210-01176IMG-20131211-01191IMG-20131210-01183IMG-20131211-01193

 IMG-20131210-01180

IMG-20131210-01168

IMG-20131210-01169IMG-20131210-01172IMG-20131210-01190IMG-20131211-01193

 

 

 

 

 

 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

So, what do you think ?