Hendro is My ID

Waktu tak pernah kembali, ini bagian dari catatan hidup

Pengurusan KPR dan NPWP Online

0

Jumat,05/12 ba’da sholat Jumat, aku pacu si Jupi (sebutan Yamaha Jupiter MX-ku) melaju melintasi sibuknya jalan kota batam yang angkuh dengan debu dan macetnya demi memenuhi panggilan Consumer Loan di salah satu bank nasional terkemuka tentang pengajuan akad kredit bakal rumah masa depan yang alhamdulillah uang mukanya sudah lunas.

Sesampai di sana, disambut dengan senyum 180 derajat (lebai..) mbaknya. Entah aku yang kurang bernasib baik atau memang dasar Global Crisis, proses pengajuan akad kredit ‘diwarnai’ dengan suku bunga bank 14.5%. Capeek degh… Aku harus memutar otak 17 kali untuk penambahan suku bunga yang berdampak pada jumlah angsuran perbulan.

Belum lagi biaya yang mesti aku keluarkan untuk Notaris, Asuransi, Komisi dan tetek bengek lainnya bisa dikatakan 7jt. Proses tanya jawab pun terjadi, mulai dari penghasilan sampai dengan pinjaman ke bank lain, ya proses standarlah. Ternyata ada beberapa berkas yang harus aku lengkapi lagi. Salah satu berkasnya yaitu harus punya NPWP, nah…ini dia yang bikin aku tambah pusing dari tanggal 10 Nopember 2008 sudah daftar di situs pajak aku diberikan tanda daftar sementara. Mau tidak mau harus mengurus ke Kantor Pelayanan Pajak di Batu Ampar. Menunggu antrian yang panjang padahal counter banyak yang kosong, akhirnya setelah menunggu lebih kurang satu jam giliran aku pun tiba, berkas diterima tapi dengan entengnya sang petugas bilang:

“Mas, karena mas daftarnya pakai sistem online, paling cepat seminggu selesai itu pun bisa lebih, karena kami mesti validasi dulu!”

Lho, berharap mau cepat ngurus NPWP via online tapi malah lebih cepat datang langsung hah ke kantornya. Sungguh ironis. rindu Siapa yang salah, SDM kita yang tidak siap dengan sistem online atau aku yang ‘sok’ modern.

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

So, what do you think ?