Saat menjelang berbuka, Aku, Istri dan Anak yang masih 6 bulan ‘ngabuburit’ keliling perumahan tempat kami. Melewatilah beberapa rumah yang sibuk ‘berdandan’ lebaran, beli kursi baru, ganti perabotan, mengganti cat rumah, dll.

“Bun,Hanya rumah kita ya yang sama dengan taon lalu, Kosong tak ada ‘isi'”, Ucapku ke istri spontan.

“Jangan salah, Yah. Rumah kita Lebaran tahun ini berbeda dengan Lebaran tahun lalu, lebih “berisi” ada Harta yang tak ternilai telah hadir di rumah ini, melebihi Kursi baru, Cat Baru, Toples Baru”, Kata Istriku.

¬†Astaghfirullah…Jantungku berhenti untuk sepersekian detik. Aku zalim terhadap nikmat yang tak ternilai dari Allah SWT.

‘Quinsha Amanda Fakhira’, anakku yang terlahir di tahun ini, adalah ‘pengisi’¬† kekosongan yang hakiki daripada lebaran tahun-tahun yang lalu.

Yaa Rabbku, Ampuni hambamu yang tak pernah merasa cukup atas nikmat-Mu.

Tetapkan keluarga kami disisi-MU bersama kumpulan orang-orang yang bersyukur. Amien.

Facebooktwitterpinterestlinkedintumblrmail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.