Hendro is My ID

Waktu tak pernah kembali, ini bagian dari catatan hidup

Balek Kampong bersama ‘Calon’

0

Akhirnya sampai juga di kota kelahiranku tercinta, Dabo Singkep. Aku berangkat tidak sendiri, bersama Calon istri (doain,ya!) Barang yang aku bawa lumayan banyak, jeruk sunkist 2 kotak besar, ransel, tas pakaian 2,kantong plastik 2,kebayangkan repotnya dan untuk pertama kali juga dalam sejarah travellingku menggunakan jasa potter (pengangkut barang) atau apalah namanya karena kupikir daripada badan sakit-sakit semua sesampai d sana, tidak ada salahnya memakai jasa mereka.Meskipun jantung berdegup kencang dan sedikit mual karena kapal Superjet 7 yang membawaku mengikuti irama gelombang cukup kencang menghempas namun hatiku bahagia.

Kedatanganku kembali ke kota ini bukan tanpa alasan. Adik kandungku yang perempuan menikah,ya dilangkahi. Karena adik perempuan, aku tidak masalah, usianya juga sudah cukup dewasa .

Sekitar pukul 16.30 tiba di rumah, suasana rumah sudah diramaikan dengan sanak saudara yang membantu mempersiapkan semuanya. Itulah kelebihan pesta pernikahan di Dabo, kental dengan suasana kekeluargaan. Peluk dan cium hangat pun menyambut kedatanganku sore tadi, kuperkenalkan calonku kepada seluruh keluarga.
Alhamdulillah. .sungguh sore yang indah.
(bersambung)

Facebooktwittergoogle_pluspinterestmail

So, what do you think ?